Widodo mengaku terharu dan bangga melihat warga RT 02 masih mempertahankan tradisi berkumpul dan menggelar tasyakuran dalam memperingati kemerdekaan.
Menurutnya, jumlah warga yang hadir bukan menjadi ukuran utama keberhasilan sebuah kegiatan. Hal yang lebih penting adalah adanya niat untuk bersyukur dan menjaga hubungan baik antarwarga.
"Saya merasa terharu dan bangga melihat kekompakan warga RT 02. Walaupun yang hadir mungkin tidak lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya, tetapi saya melihat semangat kebersamaan itu tetap ada. Acara yang sederhana seperti ini justru bisa menjadi sangat meriah dan berkesan karena dilaksanakan dengan hati," ujar Widodo.
Ia berharap semangat gotong royong yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat tidak hilang di tengah perubahan zaman.
"Jangan sampai kebersamaan ini hanya menjadi kenangan. Kita harus menjaga keguyuban, kerukunan dan gotong royong ini supaya bisa diwariskan kepada anak-anak dan cucu kita. Mereka harus melihat bahwa orang tua dan para sesepuhnya memberikan contoh bagaimana hidup bermasyarakat dengan saling menghormati dan saling membantu," tuturnya.
Widodo menambahkan, kemerdekaan harus dimaknai sebagai kesempatan untuk membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik.
"Para pahlawan sudah berjuang dengan pengorbanan yang luar biasa untuk memberikan kemerdekaan kepada kita. Tugas kita sekarang adalah menjaga persatuan dan mengisi kemerdekaan dengan kebaikan. Kalau di tingkat kampung saja kita bisa rukun, saling membantu dan tidak mudah terpecah, itu juga merupakan bentuk kita menghargai perjuangan para pahlawan," katanya.
Baca Juga: Wali Kota Serang Rogoh Rp81 Juta, Bawa Paskibraka ke Akpol Semarang
Potong Tumpeng hingga Pembagian Doorprize
Rangkaian tasyakuran kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas kemerdekaan yang telah dinikmati bangsa Indonesia selama 81 tahun.
Pemotongan tumpeng dilakukan Ketua RT 02 Tomi Setiawan. Potongan tumpeng kemudian diserahkan kepada sesepuh kampung Selamet Widodo dan Ketua RW 05 Hendro sebagai simbol penghormatan kepada para sesepuh serta pengikat kebersamaan antara warga, RT dan RW.
Setelah prosesi tumpeng, suasana acara semakin cair. Canda tawa warga pecah ketika pembawa acara mulai membagikan hadiah berbagai perlombaan 17 Agustus yang telah digelar sejak 1 Agustus 2026.
Beragam kategori lomba diikuti warga, mulai dari anak-anak hingga ibu-ibu. Pembagian hadiah menjadi salah satu momen yang paling ditunggu karena mempertemukan kembali peserta lomba dalam suasana santai dan penuh kegembiraan.
Kemeriahan kemudian berlanjut dengan pembagian puluhan doorprize. Warga tampak antusias mengikuti pengundian hingga suasana acara semakin semarak.
Selain menjadi ajang hiburan, rangkaian kegiatan tersebut menjadi ruang interaksi lintas generasi. Anak-anak, remaja, orang tua hingga para sesepuh dapat berkumpul dalam satu suasana yang sama.
BOP Dimanfaatkan untuk Memperindah Lingkungan
Warga Jalan Purwogondo II juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Semarang melalui BOP Rp25 juta per RT per tahun.