lintas-negara

Dari Tanah Suci, Jemaah Umrah Teladani Semangat Kebangsaan Mbah Moen dan Mbah Muslih

Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:34 WIB
Jemaah Umroh dari PT Alfazza Nabawi Tour dan Travel meluangkan waktu untuk berziarah ke makam KH Maemoen Zubair. (Kabarsatu.id / Foto: ARH)

MAKKAH | KabarSatu.id – Suasana penuh khidmat mewarnai kegiatan ziarah jemaah umrah Biro Alfazza (PT Alfazza Nabawi Tour dan Travel) di kompleks pemakaman Ma'la, Makkah, Selasa (18/8/2026).

Di lokasi tersebut, para jemaah berkesempatan mengenang sejumlah ulama besar asal Indonesia, di antaranya KH Muslih bin Abdurahman atau Mbah Muslih Mranggen, KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen, serta Syekh Nawawi al-Bantani.

Kegiatan itu tidak sekadar menjadi bagian dari perjalanan spiritual.

Para jemaah juga diajak mengenal kembali sejarah perjuangan ulama Indonesia, khususnya mereka yang memiliki perhatian terhadap persatuan dan kehidupan berbangsa.

Baca Juga: Grobogan Perkuat BUMD, Ekonomi Lokal Jadi Sasaran

Ketua Kelompok Umrah Biro Alfazza, Ustaz Ahmad Rifqi Hidayat AH, mengatakan sosok Mbah Muslih memiliki perjalanan perjuangan yang patut dikenang.

Selain dikenal sebagai ulama tarekat dan tokoh penting Pesantren Futuhiyyah Mranggen, Mbah Muslih disebut pernah terlibat dalam Laskar Hizbullah.

“Perjalanan Mbah Muslih menunjukkan bahwa perjuangan ulama tidak hanya berlangsung melalui pendidikan dan dakwah, tetapi juga melalui keterlibatan langsung dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan,” kata Rifqi.

Rifqi menjelaskan, Mbah Muslih disebut pernah menjalani pelatihan kemiliteran bersama KH Abdullah Abbas dari Buntet Cirebon.

Baca Juga: Pelajar Demak Jadikan AI Senjata Lawan Kriminalitas

Ia kemudian dipercaya memimpin pasukan Sabilillah yang beranggotakan para kiai dan ulama di kawasan Demak selatan hingga wilayah tenggara Semarang.

Menurut Rifqi, sejarah tersebut menjadi gambaran bahwa kalangan pesantren mempunyai kontribusi dalam perjalanan bangsa Indonesia.

Nilai perjuangan itu pula yang dinilai penting untuk terus dikenalkan kepada generasi berikutnya.

“Banyak ulama Indonesia yang mempunyai dua peran sekaligus, yakni membimbing umat dalam persoalan agama dan ikut menjaga kepentingan bangsa,” ujarnya.

Rifqi yang pernah menjadi Ketua Keluarga Santri Semarang (Kesis) Mranggen juga menyinggung kiprah Mbah Moen.

Halaman:

Tags

Terkini