Pemerintah, katanya, memiliki tanggung jawab untuk membawa pulang mereka sesegera mungkin.
“Memulangkan mereka sesegera mungkin adalah tanggung jawab utama bangsa kita,” katanya.
Tak hanya mengenang masa lalu, Takaichi juga menyinggung peran Jepang di tengah situasi dunia saat ini.
Jepang, menurutnya, dapat mengambil posisi penting dalam membantu menyelesaikan berbagai tantangan yang dihadapi negara-negara, terutama di kawasan Indo-Pasifik.
Baca Juga: Tiga Pelajar Diamankan Polsek Wonosobo Terkait Dugaan Jambret iPhone dan Uang Rp700 Ribu
Estafet Ingatan ke Generasi Muda
Peringatan tahun ini juga memperlihatkan tantangan lain: menjaga ingatan sejarah ketika generasi saksi perang semakin menua.
Lebih dari 60 persen keluarga yang berduka dalam upacara tersebut telah berusia 70 tahun ke atas.
Namun, kehadiran generasi muda menjadi tanda bahwa cerita tentang perang belum berhenti pada satu generasi.
Mereka diharapkan meneruskan kisah dan pengalaman yang didengar dari generasi sebelumnya kepada generasi mendatang.
Bagi Jepang, peringatan 81 tahun berakhirnya perang bukan sekadar mengenang masa lalu. Pesannya jelas bahwa sejarah harus tetap diingat agar tragedi serupa tidak kembali terulang.