kabar-pendidikan

Penguatan Kurikulum PAUD, Disdik Semarang Bidik Kualitas Guru

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:03 WIB
Para peserta juga mendapatkan materi mengenai pemanfaatan papan interaktif digital sebagai media pembelajaran yang asyik dan menyenangkan. (KabarSatu.id/ foto: wahyu hamijaya)

Karena itu, penguatan kapasitas kepala sekolah dan guru menjadi bagian penting agar kebijakan kurikulum dapat diterjemahkan secara tepat dalam proses pembelajaran.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang, Muhammad Ahsan berswa foto dengan para peserta dan narasumber saat sesu akhir acara pada hari pertama. (KabarSatu.id)

Sekolah Sehat Masuk Pembelajaran Kokurikuler

Usai kegiatan, Subkoordinator Kurikulum dan Penilaian PAUD PNF Disdik Kota Semarang, Rifki Nugroho, S.Pd., M.Kom., saat ditemui KabarSatu.id menjelaskan salah satu materi yang turut diperkuat adalah implementasi Sekolah Sehat melalui kegiatan kokurikuler.

Rifki mengatakan, konsep sekolah sehat perlu ditempatkan sebagai bagian dari proses pendidikan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari anak. Dengan begitu, nilai-nilai kesehatan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi menjadi kebiasaan yang diterapkan sejak dini.

“Sekolah sehat bukan hanya berbicara mengenai kondisi lingkungan sekolah, tetapi juga bagaimana kebiasaan hidup sehat dikenalkan, dipraktikkan, dan dibangun melalui aktivitas anak sehari-hari,” jelas Rifki.

Menurutnya, kegiatan kokurikuler dapat menjadi ruang untuk memperkuat pembiasaan tersebut secara lebih kontekstual. Anak tidak sekadar mendapatkan pengetahuan mengenai kesehatan, tetapi diajak mengalami dan mempraktikkan perilaku sehat melalui kegiatan yang menyenangkan dan sesuai tahap perkembangannya.

“Pembiasaan harus dilakukan secara konsisten. Anak diajak mengenal, melakukan, dan membangun kebiasaan positif melalui aktivitas yang sesuai dengan dunia mereka,” katanya.

Penguatan tersebut diharapkan membantu satuan PAUD mengembangkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan dasar anak, tetapi juga membentuk pola hidup sehat, kemandirian, kepedulian, dan karakter sejak usia dini.

Baca Juga: PAD Kebumen Tembus Rp330,7 Miliar hingga Juli 2026

KSP Diperkuat dengan Materi Kreatif

Rifki menambahkan, materi dari narasumber eksternal turut memberikan perspektif baru bagi peserta, khususnya dalam memperluas pengetahuan dan pemahaman mengenai implementasi KSP.

Menurutnya, materi yang diberikan tidak hanya berkaitan dengan konsep kurikulum, tetapi juga bagaimana satuan PAUD dapat mengembangkan pembelajaran yang kreatif, menyenangkan, serta dekat dengan lingkungan dan budaya anak.

“Materi dari narasumber eksternal memberikan tambahan pengetahuan sekaligus pemahaman bagi guru dalam mengembangkan KSP. Harapannya, apa yang diperoleh dapat diterapkan dan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing satuan pendidikan,” ungkapnya.

Salah satu materi yang diberikan yakni Bahasa Jawa dalam Lelagon Dolanan Anak sebagai bagian dari muatan lokal maupun kokurikuler. Materi ini memperkenalkan pemanfaatan budaya dan permainan tradisional sebagai bagian dari pengalaman belajar anak.

Selain itu, peserta juga mendapatkan materi mengenai pemanfaatan papan interaktif digital sebagai media pembelajaran yang asyik dan menyenangkan.

Pemanfaatan teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkaya metode pembelajaran PAUD. Media digital dapat digunakan secara terarah untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif, tanpa menghilangkan prinsip pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini.

“Intinya, KSP harus hidup dalam proses pembelajaran. Guru diberikan ruang untuk mengembangkan pembelajaran sesuai kebutuhan anak, potensi satuan pendidikan, serta lingkungan dan budaya yang ada,” ujar Rifki.

Halaman:

Tags

Terkini