kabar-pendidikan

Dies Natalis ke-26, Unwahas Dorong Internasionalisasi dan Transformasi Digital

Minggu, 9 Agustus 2026 | 12:26 WIB
Dies Natalis ke-26, Unwahas Dorong Internasionalisasi dan Transformasi Digital. (KabarSatu.id/ foto: Unwahas)

Ketiga, Entrepreneurship dan Leadership. Unwahas mendorong terbentuknya budaya inovasi, kemandirian, kepemimpinan, serta kewirausahaan di lingkungan kampus.

Penguatan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), FutureHub, pelatihan kepemimpinan, reorganisasi organisasi kemahasiswaan, magang internasional, serta pengembangan career center dan business center menjadi bagian dari strategi tersebut.

Keempat, Aswaja. Aswaja menjadi fondasi etik dan karakter dalam proses transformasi Unwahas. Nilai Ahlussunnah wal Jama’ah tidak hanya menjadi identitas kelembagaan, tetapi juga diarahkan untuk terintegrasi dalam kurikulum, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta berbagai aktivitas akademik dan kemahasiswaan.

Dengan demikian, transformasi Unwahas tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang kompeten, tetapi juga insan yang memiliki karakter, integritas, kepemimpinan, dan kepedulian terhadap kemaslahatan masyarakat.

Prestasi dan Inovasi Terus Bertumbuh

Semangat transformasi juga tercermin dari berbagai prestasi sivitas akademika. Di bidang penelitian dan inovasi, Unwahas telah memiliki 13 paten granted pada periode 2022–2025 yang berasal dari bidang farmasi, kimia, kosmetik, teknik, rekayasa, dan alat kesehatan.

Seluruh paten tersebut saat ini diarahkan menuju proses hilirisasi riset agar dapat menghasilkan produk aplikatif dan memberikan manfaat lebih luas.

Prestasi mahasiswa juga terus berkembang di tingkat internasional. Pada International Competition of Academic and Innovation 2026, tim Unwahas berhasil meraih sejumlah capaian, termasuk Juara 1 Product Innovation dan Juara 1 Article Engineering.

Di bidang olahraga, mahasiswa Unwahas juga menorehkan prestasi di SEA Games dan POMNAS, sementara Wahid Hasyim Choir meraih dua medali emas pada Malaysian Choral Eisteddfod di Kuala Lumpur.

Unwahas juga memperoleh sejumlah penghargaan dan pengakuan pada 2025-2026, antara lain Mitra Terbaik Perguruan Tinggi dari BAZNAS RI, Collaborative Award Perguruan Tinggi Terbaik se-Jawa Tengah, Campus Entrepreneurial Marketing Award dari MarkPlus Institute, serta Anugerah Pendidikan Tinggi LPTNU.

Menatap Masa Depan, Unwahas Mendunia

Memasuki usia 26 tahun, Unwahas menyadari bahwa transformasi pendidikan tinggi berlangsung semakin cepat. Perkembangan kecerdasan buatan, teknologi cloud, perubahan kebutuhan dunia kerja, serta tuntutan global menuntut perguruan tinggi untuk terus beradaptasi.

Karena itu, Unwahas mulai mengarahkan transformasi menuju model Education 6.0, yaitu pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan kompetensi, karakter, dan kemaslahatan publik.

Paradigma baru tersebut mendorong pergeseran dari kampus berbasis tembok menuju ekosistem pembelajaran berbasis cloud, dari kurikulum yang kaku menuju kurikulum adaptif, serta dari dosen sebagai satu-satunya sumber pengetahuan menuju ekosistem pembelajaran yang melibatkan dosen, AI, industri, dan jejaring pengetahuan global.

Dalam konteks tersebut, Dies Natalis ke-26 menjadi titik penting untuk memperkuat komitmen seluruh sivitas akademika.

26 tahun adalah sejarah. IDEA adalah arah. Dan Unwahas mendunia adalah cita-cita yang harus diwujudkan bersama.

Dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan nilai Aswaja, Universitas Wahid Hasyim berkomitmen untuk terus tumbuh sebagai kampus yang unggul, adaptif, berkarakter, dan berdampak bagi masyarakat, bangsa, serta dunia.

Halaman:

Tags

Terkini