Disiplin dan ketekunan yang diperoleh melalui latihan bela diri juga dinilai dapat menjadi bekal bagi anak muda dalam menghadapi perubahan dan persaingan di tingkat global.
Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah dibuka secara resmi oleh Haedar Nashir dengan prosesi menancapkan senjata Segu.
Selain menentukan arah kepemimpinan organisasi, forum tersebut menjadi ruang untuk membahas berbagai agenda strategis, mulai dari penguatan kaderisasi, pembinaan atlet hingga peningkatan kontribusi Tapak Suci dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
Dengan kehadiran ribuan peserta dari dalam dan luar negeri, Muktamar XVI Tapak Suci di Semarang menjadi momentum untuk kembali menegaskan bahwa pencak silat bukan hanya warisan budaya dan cabang olahraga, tetapi juga instrumen pendidikan karakter.
Nilai persaudaraan, kedisiplinan, keberanian, serta kepedulian sosial yang ditanamkan melalui bela diri diharapkan dapat membantu generasi muda menghadapi berbagai persoalan, termasuk ancaman narkoba, perjudian daring, penyebaran informasi palsu, dan tantangan sosial lainnya.
Artikel Terkait
Tawuran Bersajam di Mangkang Dibongkar, 4 Remaja Jadi Tersangka dan 17 Orang Diburu
Tiga Hari Berbagi, Bakti Indonesia di Sam Poo Kong Salurkan Manfaat ke 5.000 Warga
Porseni HUT ke-81 RI Digelar di Lapas Purwodadi, Pegawai dan Warga Binaan Kompak Berkompetisi