kabarsatu.id - Bergulirnya ASEAN Hyundai Cup 2026 atau Piala AFF 2026 tidak hanya menyita perhatian pecinta sepak bola Asia Tenggara, tetapi juga memunculkan beragam pandangan dari pengamat internasional.
Salah satunya datang dari jurnalis sepak bola Asia John Duerden, yang menilai turnamen paling bergengsi di kawasan ASEAN itu kini tengah memasuki fase perubahan.
Melalui tulisannya di platform Substack berjudul "ASEAN Cup: A Blessing and a Curse for Southeast Asia" yang diterbitkan pada 27 Juli 2026, Duerden menyebut Piala AFF selama ini menjadi kompetisi regional dengan atmosfer terbaik di Asia.
Namun, menurutnya, ambisi negara-negara Asia Tenggara kini telah berkembang jauh melampaui sekadar menjadi juara kawasan.
"Kini, ambisi di Asia Tenggara lebih besar daripada sekadar menjadi yang terbaik di Asia Tenggara," tulis Duerden.
Tampil Kompetitif
Menurutnya, Indonesia, Vietnam, dan Thailand kini memiliki target yang lebih besar, yakni tampil kompetitif di Piala Asia hingga mewujudkan mimpi lolos ke Piala Dunia.
Duerden menilai perubahan arah tersebut justru menjadi pertanda positif bagi perkembangan sepak bola ASEAN.
Ia mengingatkan bahwa selama bertahun-tahun kesuksesan di level regional sering kali dianggap sebagai pencapaian tertinggi, padahal tantangan sebenarnya berada di level Asia dan dunia.
Indonesia menjadi salah satu contoh yang disorot. Duerden mengingatkan bahwa skuad Garuda belum pernah menjuarai Piala AFF meski enam kali mencapai final. Namun menurutnya, kondisi saat ini berbeda karena fokus Indonesia tidak lagi semata mengejar trofi regional.
Pelatih John Herdman, lanjut Duerden, datang bukan hanya untuk memenangkan ASEAN Hyundai Cup, melainkan membawa Indonesia menuju Piala Dunia.
Dengan banyak pemain yang berkarier di Eropa, ia menilai penggunaan Piala AFF sebagai ajang membangun kedalaman skuad merupakan langkah yang tepat.
"Menggunakan kompetisi regional sebagai persiapan untuk hal-hal lain adalah langkah yang tepat," tulisnya.
Ajang Regenerasi
Sorotan serupa juga diberikan kepada Thailand. Duerden mencatat kemenangan telak 5-0 atas Laos diraih dengan memainkan sembilan pemain U-23, yang dinilai menunjukkan bahwa turnamen regional mulai dimanfaatkan sebagai ajang regenerasi dan pembentukan tim masa depan.
Di sisi lain, Duerden mengingatkan bahwa ASEAN Hyundai Cup juga menghadapi tantangan baru dengan munculnya rencana turnamen regional bentukan FIFA.
Artikel Terkait
Pelatihan Hidroponik Bekali KWT Semarang Tingkatkan Ketahanan Pangan dan Ekonomi Keluarga
Ahmad Luthfi Dorong Mahasiswa Jadi Mitra Strategis Pembangunan, Bukan Sekadar Agen Perubahan
Samsung Hadirkan Galaxy Z Terbaru di London, Zee Asadel dan Dian Sastro Ramaikan Unpacked 2026
UNWAHAS Gandeng Maxwell Govokasi, Mahasiswa Raih Sertifikat Internasional Lewat Program OJT