Jika kompetisi tersebut benar-benar bergulir dan seluruh negara dapat menurunkan pemain terbaiknya, ia menilai posisi Piala AFF bisa bergeser menjadi turnamen tingkat kedua di kawasan.
Meski demikian, Duerden tetap menilai Piala AFF memiliki nilai historis dan emosional yang sangat besar bagi masyarakat Asia Tenggara. Atmosfer stadion yang luar biasa serta rivalitas antarnegara tetap menjadi kekuatan utama turnamen tersebut.
"Sifat dari ajang yang penuh gairah ini sedang berubah dan, pada akhirnya, itu mungkin akan lebih bermanfaat bagi Asia Tenggara," tutup Duerden.
Pandangan John Duerden mencerminkan perubahan paradigma sepak bola Asia Tenggara.
Piala AFF tetap memiliki prestise tinggi sebagai ajang regional, tetapi bagi negara-negara seperti Indonesia, Vietnam, dan Thailand, turnamen ini mulai dipandang sebagai bagian dari proses menuju target yang lebih besar, yakni bersaing di Piala Asia dan mewujudkan mimpi tampil di Piala Dunia.
Artikel Terkait
Pelatihan Hidroponik Bekali KWT Semarang Tingkatkan Ketahanan Pangan dan Ekonomi Keluarga
Ahmad Luthfi Dorong Mahasiswa Jadi Mitra Strategis Pembangunan, Bukan Sekadar Agen Perubahan
Samsung Hadirkan Galaxy Z Terbaru di London, Zee Asadel dan Dian Sastro Ramaikan Unpacked 2026
UNWAHAS Gandeng Maxwell Govokasi, Mahasiswa Raih Sertifikat Internasional Lewat Program OJT