Gajah Sumatera betina itu dikenal cukup terlatih dan mampu melukis, sehingga kerap mencuri perhatian pengunjung.
Semarang Zoo juga berharap Zella dapat berjodoh dengan salah satu dari dua gajah jantan yang ada di kawasan tersebut.
Namun, bagi Semarang Zoo, pertemuan pengunjung dengan Zella diharapkan tidak berhenti sebagai pengalaman melihat satwa.
“Kami tentunya berharap pertemuan pengunjung dengan Zella dapat menjadi pengalaman sederhana yang meninggalkan pesan besar, yaitu mengenal satwa adalah langkah awal untuk peduli, dan kepedulian perlu diwujudkan dalam tindakan nyata,” tuturnya.
Semarang Zoo mengajak masyarakat menjadikan Hari Gajah Sedunia sebagai pengingat bahwa masa depan gajah Sumatera tidak hanya ditentukan oleh aktivitas di kawasan konservasi.
Pilihan dan kepedulian manusia dalam kehidupan sehari-hari juga turut menentukan keberlangsungan satwa liar.
Semakin banyak masyarakat mengenal, memahami, dan menghargai satwa liar, semakin besar pula peluang tumbuhnya dukungan terhadap upaya konservasi gajah Sumatera dan satwa liar Indonesia lainnya.
“Semarang Zoo ini kami harapkan menjadi ruang untuk belajar mengenal dan menyayangi satwa, salah satunya gajah. Kami mengajak seluruh pengunjung untuk merawat rasa peduli tersebut agar tidak berhenti pada satu hari peringatan, tetapi terus tumbuh menjadi kesadaran konservasi yang dilakukan setiap hari,” pungkas Bimo.