Menurut Eko, setiap gerakan dalam tarian memiliki pesan tentang perjuangan.
Para penari menggambarkan ketangguhan prajurit dalam mempertahankan tanah air.
Adegan penggunaan pedang pada penghujung pertunjukan menjadi simbol perlawanan terhadap penjajah.
Selain menjadi ajang menunjukkan kemampuan seni, kegiatan tersebut dinilai penting sebagai sarana mengenalkan warisan budaya kepada generasi muda.
Eko mengapresiasi penampilan para siswa yang dinilai mampu membawakan tarian dengan penuh semangat.
Baca Juga: 520 Hektare Luas Area TNBTS Terbakar, Satgas Perkuat Operasi Pemadaman
Ekspresi serius yang ditunjukkan peserta juga membuat pesan perjuangan dalam tarian semakin terasa.
“Kami sangat mengapresiasi semangat anak-anak. Harapannya, budaya tari keprajuritan ini tetap dikenal dan terus dilestarikan oleh generasi muda,” ujarnya.
Panitia mencatat 42 SD serta tujuh sekolah tingkat SMP dan SMA/SMK ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Selain lomba tari, kemeriahan acara juga diisi pertandingan voli menggunakan bola berukuran besar.
Perlombaan ini menjadi hiburan tersendiri bagi peserta dan masyarakat yang menyaksikan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Tengaran Sri Sulistyorini, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Semarang Pujo Pramudjito, serta perwakilan Polsek dan Koramil Tengaran.