Baca Juga: Tutup E-Sports Kapolri Cup 2026, Sigit Ajak Gen Z Lawan Kejahatan di Dunia Digital
Investasi Jangan Hilangkan Jati Diri
Di sisi lain, Sugik mengingatkan agar transformasi ekonomi Bali tidak berjalan dengan mengorbankan identitas daerah.
Pertumbuhan investasi, menurutnya, harus tetap sejalan dengan pelestarian budaya, nilai-nilai lokal serta keberlanjutan lingkungan.
“Keberhasilan Bali sebagai pusat keuangan internasional bukan hanya diukur dari besarnya investasi yang masuk, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat Bali mampu menjadi pelaku utama tanpa kehilangan jati diri budaya yang menjadi kekuatan Pulau Dewata,” tegasnya.
Sugik optimistis, jika persiapan SDM dilakukan sejak sekarang, Bali memiliki peluang menjadi pusat keuangan modern yang kompetitif di tingkat internasional.
Namun, kemajuan tersebut tetap harus memiliki akar yang kuat pada budaya dan kearifan lokal. Dengan begitu, transformasi ekonomi Bali tidak berhenti pada pertumbuhan investasi, tetapi mampu menciptakan kesejahteraan yang lebih inklusif bagi masyarakat.