Tradisi pencukuran rambut anak gimbal tetap menjadi salah satu agenda yang paling ditunggu.
Prosesi tersebut akan dilaksanakan di Candi Arjuna dengan peserta sekitar 10 anak.
Tradisi tersebut bukan sekadar atraksi wisata, melainkan bagian dari warisan budaya masyarakat Dieng yang terus dipertahankan dan diperkenalkan kepada generasi berikutnya.
UMKM Jadi Bagian Penting Festival
DCF 2026 juga memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produknya kepada wisatawan.
Berbagai komoditas khas Banjarnegara dan Dieng akan hadir, mulai dari batik, caping, carica, purwaceng hingga kopi.
Baca Juga: Pelajar SMKN 2 Demak Dikenalkan Pemanfaatan AI Secara Aman dan Bertanggung Jawab
Keterlibatan UMKM menjadi bagian dari strategi agar pelaksanaan festival mampu menciptakan dampak ekonomi secara langsung.
Wisatawan yang hadir diharapkan tidak hanya menikmati acara, tetapi juga berbelanja dan mengenal produk yang dihasilkan masyarakat setempat.
Panitia juga memperhatikan kondisi alam Dieng yang dikenal memiliki suhu rendah.
Wisatawan yang hendak menghadiri festival diimbau mempersiapkan pakaian tebal dan perlengkapan pribadi yang sesuai, terutama untuk kegiatan malam dan dini hari.
Tiga pilihan paket partisipasi telah disiapkan dengan fasilitas berbeda. Paket Gold menjadi paket dengan fasilitas jaket tebal, sedangkan dua paket lainnya masing-masing memperoleh hoodie dan t-shirt.
Pemprov Jateng Beri Dukungan
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan DCF 2026.
Ia menilai festival tersebut telah berkembang menjadi daya tarik wisata yang dikenal tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga nasional dan internasional.